Jalan Kote

Jalan kote (baca: jalangkote) atau yang dikenal dengan pastel, memang enak dijadikan kudapan teman minum teh atau kopi di sore hari. Kalau di Indonesia, jajanan ini dapat dengan mudah ditemui di pasar-pasar tradisional yang menjual aneka kue basah lainnya seperti lemper, lumpia, risoles, dll. Istilah ‘jalan kote’ saya dapat dari teman yang asli Kendari. Baru tahu saya kalau nama lainnya di Kendari, Makassar, dan sekitarnya yaitu jalan kote. Kulit yang renyah adalah kunci nikmatnya jalan kote ini dan berhubung saya tidak punya mesin giling pasta, maka saya menggiling manual. Tak ada gilingan kayu, saya memanfaatkan pestle/ulekan (pestle yang saya punya kebetulan halus sekali jadi lebih bagus daripada memakai gilingan kayu).

Bahan Kulit:

300 gr tepung terigu
60 gr tepung maizena
1 butir telur
50 gr mentega cair
sedikit garam
200 ml air

Cara Membuat:

Campur tepung, garam dan margarin sampai rata lalu masukkan telur. Sambil terus dicampur sampai rata, tambahkan air sampai adonan bisa diuleni. Jika punya gilingan pasta bisa mulai digiling dengan ketebalan yang paling besar lalu ulangi dengan ketebalan yang lebih kecil, begitu seterusnya sampai ketebalan yang paling tipis. Jika tidak memiliki gilingan pasta, bisa memakai rolling pin atau gilingan kayu manual dengan teknik yang serupa. Pertama-tama giling sampai ketebalan kira-kira 1 cm, lalu ulangi lagi sampai tipis dan siap dicetak bulat-bulat diameter 10 cm. Untuk kulit yang renyah, usahakan digiling sampai sangat tipis. Sembari menggiling, jangan lupa beri tepung secukupnya untuk menghindari adonan lengket dengan gilingan.

About these ads